We have new forums at NiteshKothari.com
TopBottom
Announcement: wanna exchange links? contact me at clwolvi@gmail.com.

Haru Biru OneRepublic

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at Saturday, June 21, 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit
















*Review Musik
Artis: OneRepublic

Album: Dreaming Out Load


Ada saat-saat ingin menyepi dan menenangkan indra sejenak dari ributnya musik keras. Aha....OneRepublic lewat debut album perdananya yang membuatku kembali biru..Ada rasa Maroon 5 berbalut life house..Easy listening, tapi ga murahan..
Dari track pembuka "Say (All I Need)", "Mercy" , "Stop and Stare", "Apologize", hingga lagu "Come Home" menagajakku selalu singalong..
Ditambah lagi dengan bonus track "Apologize" remix bersama Timbaland..Alamak..gurih, mantap, tap, tap, tap..
Tak sabar rasanya menunggu aksi selanjutnya dari anak-anak asal Colorado Springs USA ini.
Hmm..mampir gak yah band yang beranggotakan
Ryan Tedder, Zach Filkins, Eddie Fisher,Brent Kutzle, dan Drew Brown ini ke jakarta??

Studio album by OneRepublic
Released November 20, 2007
(see release history)
Recorded 2006-2007
Genre Alternative rock, pop rock, piano rock
Length 57:25 (Intl. version)[1]
Label Mosley Music Group, Interscope
Producer Greg Wells, Timbaland (exec.), Ryan Tedder

Track listing

  1. "Say (All I Need)" - 3:50
  2. "Mercy" - 4:00
  3. "Stop and Stare" - 3:43
  4. "Apologize" - 3:28
  5. "Goodbye, Apathy" - 3:32
  6. "All Fall Down" - 4:04
  7. "Tyrant" - 5:03
  8. "Prodigal" - 3:55
  9. "Won't Stop" - 5:03
  10. "All We Are" - 4:28
  11. "Someone to Save You" - 4:15
  12. "Come Home" - 4:27

Bonus tracks

  1. "Apologize (Remix)" (Timbaland presents OneRepublic) - 3:05 (International Bonus track
Background information
Origin Colorado Springs, Colorado,
United States
Genre(s) Pop rock
Piano rock
Years active 2002-present
Label(s) Columbia
(2003-2006)
Mosley/Interscope
(2007-present)
Associated acts Timbaland
Greg Wells
Ryan Tedder
Website OneRepublic Official Site
Members
Ryan Tedder
Zach Filkins
Eddie Fisher
Brent Kutzle
Drew Brown

Labels:

Keluarga Edy Chandra; Penemu Sepeda Motor Bertenaga Angin

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at Monday, June 9, 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Banyak yang Tak Percaya, Sering Disebut Motor ‘Minyak Angin’

Sepeda motor berbahan bakar bensin sudah umum. Pun pula bertenaga listrik, atau baru-baru ini ada yang berbahan bakar air, banyak yang sudah tahu. Lalu, bagaimana jika sepeda motor itu bertenaga angin?

Motor Honda C-6 , 110 cc itu tak lagi berbentuk asli. Tangkinya telah berganti menjadi sebuah tabung. Benda itu diambil dari tabung klakson angin mobil. Di bawahnya ada sebuah picu. Di situlah tempat untuk menyalurkan udara yang diperoleh dari kompresor berkekuatan besar.

Tabung itu masih ditambah dengan pipa besi yang biasa digunakan oleh pandai besi untuk membuat pagar. Pipa itu sekaligus menjadi rangka untuk jok motor itu. Di dalam pipa itu juga tersimpan angin. Total tekanan angin di dalam tabung dan pipa itu mencapai ±300 psi.

Ya, tangki yang biasanya tempat menyimpan bensin sebagai bahan bakar utama menggerakkan mesin motor kini berubah total. Semuanya telah terisi angin. Sebagai sumber utama untuk menggerakkan mesin motor itu.

Mesinnya juga berubah total. Di atas blok motor masih tersimpan lagi sebuah tabung kecil. Kalau di motor normal tersimpan kaburator sebagai tempat keluar masuknya bensin. Nah di motor ini, fungsi tersebut tergantikan oleh tabung kecil itu. Tabung kecil dengan sistem kran dan selang itu berfungsi sebagai pengatur tekanan udara.

Selang udara itu masuk ke rongga blok, di mana di motor normal terdapat sebuah busi untuk pengapian. Walaupun tidak berknalpot, motor aneh itu masih menggunakan oli untuk pelumasan mesin-mesinnya.

Tabung motor ini harus berisi tekanan udara ±300 psi untuk menjalankannya. Ada panel khusus untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Panel itu diletakkan di atas stang, sebagai pengganti speedometer.

Jika tabung hanya terisi angin kurang dari tekanan maksimal itu, motor itu tak akan bertahan lama jalannya. Tekanan angin maksimal itu

didapatkan dari kompresor besar.

Jika angin sudah terisi, motor itu cukup digeber gasnya. Motor angin itu pun langsung meluncur di jalanan. Sirkulasi udara yang terjadi membuat motor itu tidak perlu lagi di isi dengan udara baru. Kecuali jika terjadi kebocoran tabung atau selang. Jika kelebihan tekanan, ada alat khusus yang akan membuang kelebihan udara. Total maksimal lajunya motor itu bisa mencapai 80 km/jam.

Keluarga Edy Chandra (Cen Siong Kiun) yang menemukan motor ramah lingkungan tersebut. Dalam pengerjaannya, pria kelahiran Batang Tarang 52 tahun yang lalu ini dibantu oleh lima putranya masing-masing; Budi Chandra, Yuniarto Chandra, Suryadi Chandra, Hadianto Chandra, dan Agustono Chandra.

Pria yang beralamat di Jalan Sungai Raya Dalam, Komplek Pesona Alam Nomor E-6 Pontianak ini kesehariannya membuka bengkel mobil dan tampal ban di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. Masyarakat di sana lebih mengenal bengkel itu dengan sebutan Bengkel Simpang Tiga.

Menurut Edy Chandra atau biasa disapa Akiun ini, untuk merancang motor bertenaga udara tersebut memerlukan waktu tiga bulan. “Motor ini masih kasar. Kami akan terus menyempurnakannya,” kat

anya.

Ia tengah merancang agar sistem motor ini bisa menyerupai kinerja motor matik. “Na

nti dibua

tkan kontak seperti mobil. Sekali distarter langsung nyala,” katanya. Melalui rekanny

a, dia juga akan mematenkan temuannya ini.

Sementara Budi Chandra menambahkan, sebelumnya mereka memang tidak me

nyangka bisa membuat kendaraan ini. “Setiap hari kami memang selalu berdebat untuk merakit motor ini. Memang awalnya ini ide yang tak masuk akal. Banyak kawan-kawan yang sangsi juga. Mereka menyebutnya dengan motor ‘minyak angin’ (dalam istilah keseharian masyarakat Melayu, berarti bohong). Tapi setelah melihat langsung, geleng-geleng juga mereka,” ceritanya.

Budi atau karib dipanggil Asang ini mengatakan, ide awal pembuatan motor ini terinspirasi dari kekuatan angin pada ban mobil yang biasa mengangkat berat hingga belasan ton.

“Ke depan, mungkin kendaraan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat. Selain ramah lingkungan juga tidak menggunakan BBM yang harganya semakin tinggi,” ujarnya.

Gemar modifikasi

Keluarga Edy Chandra memang terkenal jago eksperimen kendaraan. Tak hanya motor angin, keluarga ini juga berhasi memodifikasi kendaraan rongsokan menjadi berdaya guna.

Buktinya saja, genset dan mesin potong rumput diubah oleh mereka menjadi motor kecil dengan model hard top. Bahkan limbah dari mobil Suzuki pick up ST 20, 550 cc, rakitan tahun 1982, ‘dikawinkannya’ dengan RX King dan Yamaha Force I menjadi motor gede (Moge). Oleh Edy, moge berwarna merah Ferari ini disebutnya dengan otomotor.

Perkawinan antara mobil dengan motor ini menjadi kendaraan yang khas. Otomotor ini bisa mengangkut tiga orang dewasa. Untuk mesin, masih mengandalkan kepunyaan mobil Suzuki pick up tersebut dengan beberapa bagian komponen mobil yang dihilangkan seperti suspensi depan, sistem pengereman dan lainnya.

Sistem pengereman belakang masih menggunakan tromol sedangkan bagian depan menggunakan pengereman cakram. “Untuk menjalankannya menggunakan gas tangan, sedangkan perseneling masih menggunakan tangan, sama seperti mobil,” jelasnya.

Untuk roda, Edy menggunakan ban mobil taft dengan dua knalpot. Otomotor yang dikerjakan selama tujuh bulan ini, menghabiskan biaya sekitar Rp20 jutaan. (**)

Labels: