We have new forums at NiteshKothari.com
TopBottom
Announcement: wanna exchange links? contact me at clwolvi@gmail.com.

Menggagas Penanggulangan Praktik Money Politic

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at Sunday, August 31, 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

(ilustrasi Ihsan)
Perhelatan Pilwako Kota Pontianak, Pilbup Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, dan Kabupaten Sanggau tinggal menghitung hari. Begitu pula dengan pemilu legislatif dan DPD yang juga akan digelar pada tahun depan. Di tengah pesta demokrasi tersebut, politik uang atau money politic masih merupakan sebuah persoalan serius yang menghantui kehidupan politik kita.




Pilkada dan pemilu mendatatang diharapkan menjadi pelajaran dan pengalaman berharga untuk membangun sebuah institusi yang dapat menjadi transfer of power dan power competition secara damai serta beradab.

Pemilu bukan sekadar perubahan dan perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, pesta demokrasi tersebut merupakan bagian dari seluruh proses hidup bernegara secara wajar, sehinga ada prinsip-prinsi pokok yang harus senantiasa diperhatikan. Misalnya masa depan bangsa secara keseluruhan yang terkait dengan proses pembelajaran.

Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kalbar, Rustam Halim SH, mengatakan bahwa pilkada dan pemilu mendatang harus memberikan jaminan tidak saja berlangsung secara jujur dan adil, tetapi juga dapat menghasilkan pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang kredibel, akuntabel dan kapabel.

Selain itu, pemimpin dan wakil rakyat yang dihasilkan juga harus sanggup menerima kepercayaan dan kehormatan dari rakyat dalam mengelola kekuasaan yang dipercayakan kepada mereka untuk menyejahterakan rakyat. ”Wakil-wakil rakyat yang dihasilkan bukan wakil rakyat yang egoistik dan oportunistik,” katanya.

Mantan anggota Panwas Pemilu Kalbar tahun 2004 dan Wakil Ketua Panwas Pilgub Kalbar tahun 2007 silam ini melanjutkan, wakil rakyat memperhatikan faktor pembelajaran yang bermakna luas bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Sebab jika tidak maka rakyat akan terjebak kepada tradisi-tradisi yang tidak sehat.

Berbagai upaya terus dilakukan agar kualitas pemilu dan produknya semakin baik, misalnya penyelenggara yang independen, sistem proporsional terbuka dan pengawasan yang semakin terbuka dengan melibatkan pihak-pihak yang lebih luas.

”Namun demikian di tengah-tengah keseriusan mencapati hasil maksimal ini masih terdapat isu penting yang sering terdengar namun tidak mendapat penanganan yang serius dan memadai, yakni persoalan money politic dan proses pembelajaran politik yang sehat,” ujarnya. ”Politik uang merupakan sebuah persoalan serius yang menghantui kehidupan politik kita,” tambah Rustam.

Bentuk politik uang

Mengutip pernyataan Herbet Alexander, Profesor Ilmu Politik dari University of Southern California dan penulis ’Financing Politics: Money, Elections & Political Reform’ , ”Uang hanya sebagai instrumen. Peran penting justeru bagaimana orang tertentu menggunakan uang untuk mendapatkan pengaruh, ditukar atau dikombinasikan dengan bentuk sumber daya lain guna meraih kekuasaan politik.”

Faisal Basri, Pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia berpandangan secara sederhana. Politik uang adalah setiap pemberian bantuan, baik dalam bentuk uang maupun non uang yang diduga kuat dapat mempengaruhi dalam pemilu.

”Dapat disimpulkan bahwa uang berperan terhadap suatu proses pemilu. Persoalannya adalah bagaimana uang itu berpengaruh dan dari mana sumber yang yang dapat mempengaruhi tersebut serta dimana saja uang itu berpengaruh terkait dengan ragam dan modus operandi dari politik uang tersebut,” kata Rustam Halim.

Rustam kemudian memaparkan bentuk-bentuk politik uang. Antara lain; (a). Sumbangan perorang/lembaga kepada partai atau individu partai yang melebih batas toleransi yuridis. Sumbangan ini dikhwatirkan jika partai yang dibantu menang akan mempengaruhi kebijakannya. (b). Pemberian partai/individu partai/calon kepada pemilih yang akan berdampak pada pengambilan keputusan oleh pemilih.

Bentuk politik uang lainnya; (c). Pemberian partai/individu partai/calon kepada pihak-pihak terkait baik individu maupun kelembagaan yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil.
(d).pemberian dari caleg kepada partai sehingga berdampak pada kesempatan menjadi calon terpilih. (e).Penyalahgunaan kekuasaan/pengaruh yang berdampak langsung atau tidak langsung kepada keuangan Negara. (f).Pemberian partai/individu partai/caleg kepada orang-orang berbuat berbuat jahat agar dapat menguntungkan dirinya.

Dari ragam dan bentuk tersebut maka politik uang dapat terjadi pada saat; (a). Sebelum pemilu berlangsung seperti pada point c, d dan e,
(b). Pada saat pemilu berlangsung seperti pada point b,c, dan e atau setelah pemilu seperti pada point e.

”Adapun modus operandi yang dapat terjadi terhadap ragam politik uang tersebut adalah dalam bentuk pemberian langsung atau janji-janji, sumbangan (dana partisipasi), penekanan,dinas dan pemberian tidak langsung seperti kegiatan bakti sosial dan sebagainya,” ujar Rustam.

Aturan hukum yang perlu mendapat perhatian antara lain.
(a).KUHP khususnya pasal 149,150 dan 151. (b).UU tentang Tindak Pidana Suap (c).UU Nomor 15 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang. (d).UU tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (e).UU Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu, khususnya pada ketentuan pidananya.

Perlu gerakan moral

Menurut Rustam, langkah-langkah sosialisasi gerakan moral anti politik uang secara intensif dan berkesinambungan harus terus dilakukan. ”money politic adalah realitas yang mudah dibicarakan tapi sulit dilihat wujud dan diberantas karena kendala yuridis, teknis dan persoalan struktural,” ujarnya.

Rustam mengatakan bahwa pada dasarnya politik uang tersebut tidak pernah menguntungkan rakyat dan justru merugikan. Pada awalnya, rakyat memang terbuai dan terlena dengan materi yang didapatkan. Uang yang didapatkan itu seolah-olah uluran kebaikan hati dan kepedulian parpol dan para elite politik.

’Bencana’ besar akan muncul di belakang hari. Ketika parpol atau elite politik yang memainkan money politic tersebut memegang tampuk kekuasaan. ”Uang yang dibagi-bagikan ke rakyat itu ibarat pinjaman dengan bunga tinggi. Ketika sudah berkuasa, utang itu akan ditagih. Ditagih dengan cara mengambil uang negara yang juga berarti uang rakyat dalam jumlah yang jauh lebih besar,” katanya. (**)



Roh Gentayangan Diantar Macan Menuju ke Khayangan

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at Saturday, August 23, 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Foto-foto:Bearing



*Ritual Bakar Wangkang

Kapal wangkang segera angkat jangkar. Dua layar putihnya telah membentang. Siap membawa para arwah menuju nirwana. Ik Fan Fong Sun pada tulisan layar depan dan Sun Fung Tek Li terukir di layar belakang. ”Selamat jalan, mudah rezeki terus berjalan lurus mengikuti angin,” begitulah makna filosofisnya.

Jumat sore, 15 Agustus 2008, di pemakaman Yayasan Bhakti Suci (YBS), sebelum pukul 17.00, sebuah kapal tiruan yang terbuat dari kertas dengan kerangka kayu dan sesajian yang dikenal dengan sebutan kapal wangkang telah sempurna dibakar.

Ada keanehan yang menyertai prosesi ini. Di angkasa langit membentuk gambar seokor macan. Fotografer Pontianak Post , Bearing berkesempatan mengabadikannya. Pemunculan yang secara mistis ini tidak berlangsung lama. Sekitar 1 menit.

Keanehan serupa sebelum prosesi bakar wangkang juga terjadi di tahun sebeleumnya. Saya juga berkesempatan meliput peristiwa ini. Pada tahun lalu, di langit terbentuk sebuah lobang besar langsung disinari matahari. Tepat di atas kapal wangkang.

Sementara langit-langit di sekelilingnya diliputi awan hitam (mendung). Bantak orang yang bilang bahwa kejadian-kejadian seperti itu pertanda bahwa roh gentayangan tersebut sedang dijemput.
Prosesi pembakaran kapal ini meru
pakan akhir dari ritual sembahyang kubur (Chiu Ji) yang telah dilakukan selama dua pekan oleh warga Tionghoa, khususnya penganut agama Khong Hu Cu.

Kapal wangkang kali ini berukuran panjang 21 m dengan lebar 3,5 m. Tiap tahun kapal ini bertambah panjang 5 cm. Soalnya mereka yakin, setiap tahun arwah yang tidak didoakan para kerabat atau sanak saudaranya dan masih berada di bumi, semakin bertambah dan harus diantar ke nirwana melalui prosesi pembakaran wangkang.

Menurut Ketua Yayasan Bhakti Suci, Lindra Lie, pembuatan kapal wangkang kali ini menelan biaya sekitar Rp20 juta. Biaya tersebut merupakan sumbangan secara sukarela dari masyarakat.

Sementara sesaji di dalam kapal, juga diperoleh dari sumbangan masyarakat. Beragam sesaji ada di dalamnya seperti makanan pokok. Benda-benda serba tiruan juga ikut diangkut di dalamnya. Mulai dari uang, pakaian, barang-barang elektronik, hingga kendaraan mewah.

Mereka yakin, benda-benda yang telah didoakan tersebut akan dipakai oleh para arwah kelak sesampainya di nirwana. Di buritan kapal juga dibuat miniatur kelenteng dan perlengkapan sembahyang.

Ada juga orang-orangan yang dibuat menyerupai kapten kapal dan para anak buah kapal. Semua dibuat seperti layaknya kapal asli. Sebelum kapal dibakar para pengurus YBS, terlebih dahulu mengadakan ritual di depan kapal.

Sambil membakar hio, doa-doa khusus mereka panjatkan. Mereka berdoa agar arwah-arwah yang tidak diurus para keluarga dan masih berada di bumi, bisa diantar menuju alamnya.

Mereka juga berdoa agar masyarakat Kalbar khususnya Kota Pontianak dan Kubu Raya dapat diberi keselamatan dan keberkahan melimpah dari Yang Maha Kuasa.

”Menjelang Pilkada Kota Pontianak dan Kubu Raya, kami berdoa agar pesta demokrasi nanti berlangsung aman dan damai dan mendapatkan pemimpin yang bisa menyejahterakan masyarakatnya dan memajukan daerah,” kata Lindra Lie.

Sebelum pengurus YBS bermunajat, terlebih dahulu masyarakat dari berbagai penjuru Kota Pontianak dan sekitarnya juga ikut bersembahyang tepat di depan kapal tersebut. Di bawah haluan kapal ada tempat untuk menaruh hio yang disimpan umat setelah selesai berdoa.

Masyarakat yang menyaksikan acara pembakaran wangkang di halaman pemakaman YBS itu tumpah ruah. Beberapa diantaranya juga terlihat turis asing yang tampak menikmati setiap jalannya acara prosesi tersebut.

Setelah sembahyang selesai dilakukan oleh para pengurus YBS, Lindra Lie dan beberapa pengurus lainnya mulai melakukan pembakaran kapal tersebut.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Yayasan Panca Bhakti telah siap mengantisipasi kemungkinan merembetnya api yang dihasilkan dari prosesi pembakaran itu.

Karena angin yang agak kencang, api dari kapal tersebut melebar menuju ke arah pengunjung. Dua mobil pemadam kebakaran segera menyemprotkan airnya. Lokasi seketika menjadi hujan lokal.

Sebelumnya, juga diadakan sembahyang secara khusus di dekat pemakaman. Setelah berdoa, sesaji seperti bahan makanan pokok dan buah-buahan yang terhampar di tikar segera diperebutkan oleh masyarakat. Ritual ini juga dikenal oleh masyarakat dengan sebutan sembahyang rebut.

Lindra Lie mengaku tidak tahu persis kapan dimulainya tradisi ini. Namun, menurutnya tradisi memberikan sesaji serta mendoakan para leluhur agar bisa mencapai surga dengan baik ini dianggap sebagai hal yang positif dan harus dilestarikan oleh generasi muda. ”Upacara ini juga sebagai bentuk tolak bala agar daerah ini terhindar dari bencana,” kata Lindra. (**)

Labels:

Ramai-ramai yang Muda Berpolitik

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Sosialiasi Lewat Friendster Hingga Komitmen Majukan Perempuan

Carut-marutnya persoalan politik negara ini ditambah lagi anggapan serta stigma bahwa politik itu kotor dan kejam, tidak menyurutkan langkah pemuda Kalbar untuk menceburkan diri ke dunia ini. Pemilu legislatif di Kalbar 2009 yang akan dihelat 9 April 2009 diprediksi akan banyak diikuti kaum muda.

KAUM muda kini tak canggung lagi mengekpresikan dirinya dalam dunia berpolitik. Partai politik pun kini membuka keran seluasnya bagi pemuda untuk tampil sebagai pengurus partai hingga bursa calon legislatif (caleg).

Bahkan, muncul partai yang secara terang-terangan mendaulat pemuda sebagai nama organisasi politiknya. Seperti Partai Pemuda Indonesia (PPI) yang akan mengikuti pemilu 2009 dengan nomor urut 14.

Kehadiran partai berlambang lima tunas daun dalam satu ranting pohon ini ingin memperkuat aspirasi, artikulasi, kepeloporan, kejuangan serta pergerakan kepemudaan. Sekaligus, tempat berhimpunnya bagi segenap komponen kepemudaan dan kerakyatan.

”Pemuda merupakan subjek penentu sejarah bangsa,” kata Dedy Zulfani, Sekretaris DPD PPI Kalbar. Menurutnya, sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa dipundak pemuda, Indonesia bangkit dan lahir menjadi suatu bangsa dan negara modern.

”Perjalanan kekinian dan masa depan sejarah bangsa sangat ditentukan oleh kiprah dan kepeloporan pemuda,” ujarnya. Komponen pemuda dan kepemudaan di tanah air telah memiliki sumbangsih yang sangat besar dan monumental.

Hal tersebut mulai berdirinya pergerakan Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, tercapainya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia1945, hingga tegaknya Reformasi dan Demokratisasi bangsa dan negara Indonesia paska 1998.

Dedy sendiri akan maju dalam pencalegan untuk DPRD Kalbar dari daerah pemilihan (dapil) Kota Pontianak. ”Keterwakilan pemuda sangat minim. Kaum muda masih sedikit berperan. Sudah waktunya segenap komponen dan potensi pemuda bangkit menjadi insan penentu pergerakan, perjuangan perubahan dan pembaruan bagi kemaslahatan hidup rakyat, bangsa dan negara,” ujar pria 31 tahun ini.

Menurut mantan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia ini, usia mayoritas pengurus PPI se-Kalbar hingga tingkat kelurahan berada pada kisaran di bawah 35 tahun.

Sosialiasi di Friendster

Apa yang membuat para caleg muda ini tertarik untuk ikut menyeburkan diri dalam kepengurusan parpol dan maju dalam pemilu legislatif tahun depan?

Rusdiansyah, pria kelahiran Pontianak 27 tahun silam ini memilih berlabuh ke Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) untuk menyalurkan idelisme berpolitiknya.

Kaum muda adalah agen perubahan dan pembaruan yang berjuang penuh tanpa pamrih. Para pemuda penuh dengan idealisme. Saatnya yang muda berbuat untuk rakyat,” kata jurnalis yang karib disapa Anca ini.

Pria yang sebelumnya aktif di organisasi kemahasiswaan seperti BEM Ekonomi Universitas Panca Bhakti dan Ikatan Mahasiswa Ekonomi Indonesia Korwil Kalimantan ini kemungkinan besar akan tampil dalam bursa pencalegan.

Ia sendiri kini aktif menyosialisasikan diri, salah satunya dengan menggunakan situs internet lewat jaringan sosial yang cukup terkenal yakni www.friendster.com. Memiliki nomor anggota 64422036, Anca menyosialisasikan segala kegiatannya di dalam situsnya itu.

Sementara itu M Syuaib MS, seorang aktifis mahasiswa juga ikut tergerak menceburkan diri ke dunia politik dan berniat maju sebagai caleg untuk DPRD Kabupaten Kubu Raya dari daerah pemilihan Sungai Ambawang.

Ketua PMII Kota Pontianak dan dewan pendiri Komite Mahasiswa dan Pemuda KKR kelahiran 13 Otober 1985 ini berlabuh ke Partai Indonesia Sejahtera (PIS) untuk menyalurkan aspirasi politiknya.

”Kita mau menujukkan bahwa pemuda bisa berpartisipasi dalam pembangunan daerah dan sudah saatnya pemuda mengambil peran dan juga terjun langsung dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Perjuangkan perempuan

Chitra Berrigina, perempuan kelahiran Pontianak 24 November 1984 ini juga ikut terjun dalam dunia politik. Ia memilih Partai Amanat Nasional guna menyalurkan aspirasi berpolitiknya.

Chitra juga berencana maju dalam pemilihan legislatif untuk DPRD Kota Pontianak dari daerah pemilihan Pontianak Timur. Mempunyai motto ’Hidup adalah Perbuatan’ Chitra berkeinginan kuat menjadi seorang politikus sekaligus motivator bagi generasi muda untuk berbuat banyak di masyarakat.

”Generasi muda tidak hanya hidup hura-hura. Generasi muda mempunyai ketulusan pengorbanan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,” katanya.

Ia sendiri bertekad untuk dapat membawa dan memperjuangkan aspirasi bagi para perempuan di daerah ini agar hak-haknya dapat terwujud.

”Perempuan membuka jalan dan harapan baru untuk terciptanya masyarakat yang sejahtera. Apalagi di DPRD Pontianak untuk periode 2004—2009 tidak ada keterwakilan perempuan. Inilah salah satu alasan mengapa saya bertekad untuk ikut mencalonkan diri sebagai wakil rakyat,” ujarnya. (**)

Labels:

Ada Kepuasan Batin ketika Aspirasi Rakyat Terpenuhi

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


*Paryadi; Anggota DPRD Termuda Pontianak Periode 2004—2009


Paryadi, pria kelahiran 8 Februari 1978 ini menjadi legislator termuda DPRD Kota Pontianak untuk periode 2004—2009. Karier politiknya terus melaju. Politikus PKB yang dalam waktu dekat akan mengakhiri masa lajangnya ini akan bertarung dalam Pilkada Pontianak. Menjadi pendamping Sutarmidji sebagai calon Wakil Wali Kota Pontianak untuk lima tahun ke depan. Berikut petikan wawancaranya

Mengapa Anda tertarik terjun ke dunia politik?

Ini sudah menjadi pilihan hidup bagi saya. Saya mulai mencintai dunia politik dan berorganisasi saat masih kuliah. Pergerakan kampus menjadi jalan pembuka bagi saya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dengan terjun langsung di dalamnya.

Setelah terjun langsung di dalamnya, apa yang Anda rasakan?

Tidak seperti yang dikatakan banyak orang bahwa politik itu kotor. Ada kepuasan batin bagi saya, di saat kita berhasil memperjuangkan aspirasi rakyat dan mengubah kebijakan yang sebelumnya kontra terhadap rakyat kemudian beralih ke prorakyat. Kita berjuang untuk mereka. Rakyat mempercayakan kepada saya untuk duduk sebagai wakil rakyat, dan amanah itu harus dijalankan dengan memenuhi segala aspirasinya.

Tidak canggung berhadapan dengan politikus senior di DPRD Kota?

Kita bisa menyesuaikan itu. Harus bisa menempatkan posisi dan membangun komunikasi politik dalam balutan etika. Jangan malu juga untuk belajar dengan politikus senior. Dalam kondisi tertentu, untuk memperjuangkan hak politik kita, walau beda usia, itu harus kita bisa pertahankan.

Banyak orang bilang bahwa materi menjadi salah satu kekuatan utama untuk meraih suara dalam pemilu. Nah, persoalan materi, biasanya kaum muda yang ingin berpolitik belum mempunyai kemapanan untuk itu. Apa komentar Anda dengan pendapat itu?

Modal besar bukan jaminan menambah pundi suara. Bukan berarti suara besar, harus diraih dengan modal yang besar pula. Anggapan itu keliru. Yang paling penting adalah bagaimana membangun hubungan emosional dengan masyarakat pemilih. Itu yang paling penting. Kita harus peka. Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh konstituen kita.

Ada kiat khusus bagi para politikus muda yang akan tampil dalam pemilu legislatif nanti agar bisa duduk di kursi dewan?

Proses meyakinkan masyarakat itu yang paling penting. Yakinkan mereka bahwa diri Anda kelak menjadi andalan mereka untuk menyalurkan aspirasi. (zan)

Labels:

Andalkan yang Muda, Tapi Tetap Akomodir yang Tua

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


”Kita tetap mengakomodir yang tua. CAD yang berusia itu matang pengalaman dan piawai dalam berorganisasi serta berpolitik.” Arif Joni Prasetyo, Ketua Panitia Jaring Mutiara DPW PKS Kalbar


BARISAN Calon Anggota Dewan (CAD) usia muda yang akan merebut simpati masyarakat Kota Khatulistiwa dalam pemilu legislatif untuk DPRD Pontianak juga disiapkan Partai Keadilan Sejahtera.

Partai yang dalam pemilu nanti mendapatkan nomor urut delapan ini memasang banyak figur muda yang kesemuanya merupakan kader binaan partai dakwah itu.

”Kita tetap mengakomodir yang tua. Calon anggota dewan (CAD) yang sudah berusia itu matang pengalaman dan piawai dalam berorganisasi serta berpolitik, Kita tidak ada dikotomi usia antara yang muda dan tua,” kata Ketua Panitia Jaring Mutiara (Panjati) DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo.

Ia melanjutkan, ”Yang paling pokok adalah kinerja mereka sesuai dengan tuntutan masyarakat, menjalankan amanah partai, dan tidak boleh melalaikan tugas.” Ditambahkan olehnya bahwa ada sekitar 5% CAD PKS yang sudah berumur akan tetapi kaya pengalaman yang akan bertarung dalam pemilu legislatif nanti.

Untuk CAD Kota Pontianak dari PKS, batas usia 21 tahun hingga 40 tahun mendominasi pencalegan. Hingga Senin (11/8) PKS sudah hampir merampungkan calon legislatifnya untuk duduk di kursi Parlemen Pontianak.

Dari 52 CAD, 20 orang diantaranya berusia 21-30 tahun, 21 CAD direntang usia 30-40 tahun, sembilan orang direntang 40-50 tahun, dan sisanya berusia 50 tahun ke atas.

”Sebagian besar kader PKS di antara usia 20 hingga 40 tahun. Begitu juga dalam jajaran kepengurusan. Di rentang usia itu lah jumlah kader terbesar yang dimiliki PKS,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Pontianak ini.

Pada Pemilu 2004, PKS menempatkan 4 kadernya duduk di kursi dewan kota. Dari keempat anggota itu, Pramono Tripambudi menjadi anggota termuda dari fraksi ini. Sarjana Fakultas Ekonomi Untan ini kelahiran 2 Maret 1974.

Sementara anggota fraksi PKS lainnya yakni Andri Zulfikar kelahiran 1972, Muhammad Arif kelahiran tahun 1969, dan Arif Joni Prasetyo kelahiran 20 Januari 1966.

Labels:

Rute Ekspedisi 3 pulau; Randayan, Lemukutan, dan Kabung

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at Sunday, August 17, 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

*Rute

Perjalanan yang ditempuh cukup dekat, dari Pontianak ke Teluk Suak
±2,5 jam. Biaya bus satu orang ±Rp20.000

Sampai di dermaga Teluk Suak, perjalanan dilanjutkan dengan motor air.

- Ke Pulau Kabung memakan waktu sekitar 40 menit dengan tarif Rp7.500—Rp10.000

- Ke Pulau Lemukutan memakan waktu 1 jam dengan tarif ± Rp15.000

- Ke Pulau Randayan memakan waktu 1 jam 20 menit dengan tarif ± Rp 25.000

*Penginapan

- Di Randayan tersedia Cottage dengan harga bervariasi mulai dari ± Rp150 ribu permalam

- Di Kabung dan Lemukutan tersedia home stay yang membaur dengan warga sekitar, dengan tarif ±Rp100 ribu dengan fasilitas makan 3 kali sehari dan makanan ringan 2 kali sehari.

(Foto-Foto; Defri Shando, Pontianak Post)

Labels:

Ekspedisi 3 pulau; Randayan, Lemukutan, dan Kabung

Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Pesona Surga Bawah Laut Terindah di Kalbar

Eksotis. Itulah kesan yang tergambar dari tiga pulau yang ada di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. Pulau Randayan, Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung memiliki pesona yang luar biasa.

Catatan Perjalanan Efprizan Rzeznik, M Kusdharmadi

foto-foto: Defri Shando

Untuk mereguk keindahan alam ketiga pulau tersebut tidaklah susah. Transportasi darat dan laut telah tersedia untuk menuju surga bawah laut tersebut.

Dari Pontianak, rombongan yang terdiri atas para jurnalis Kota Pontianak yang tergabung dalam Forum Jurnalis Langkau, Sakawana serta Inhasa Diving Club, berangkat menggunakan bus.

Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam dengan rute Pontianak— Teluk Suak Bengkayang. Teluk Suak berada sekitar 115 kilometer dari Kota Pontianak, atau 32 kilometer dari Kota Singkawang.

Dari dermaga Teluk Suak, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan motor air. Angkutan penumpang tersebut tersedia sekitar pukul 9.00 sampai dengan 10.00 WIB.

Untuk penumpang umum, biasanya dikenakan tarif sekitar Rp7.500—Rp10.00 per orang untuk sampai ke Pulau Kabung. Atau, untuk yang ingin berpergian dalam rombongan jumlah besar, bisa menyewa motor air yang disediakan oleh masyarakat setempat.

Alam siang itu cukup bersahabat. Matahari tidak begitu panas. Semilir angin laut, membuat mata seakan ingin terpejam. Dari daratan sudah tampak sebuah pulau yang berdiri menantang. “Itu pulau Penata,” kata salah seorang penambang motor air.

Pulau Randayan menjadi tujuan pertama rombongan. Akan tetapi, motor air berhenti sejenak di Pulau Lemukutan. Ini dilakukan untuk mengambil makanan yang sudah dipesan sebelumnya.

Kurang lebih 15 menit bersandar di dermaga Pulau Lemukutan, motor air kemudian bergerak ke tetangga sebelah, Pulau Randayan. Sekitar 15 menit sampailah di pulau kecil nan indah itu. Pulau kecil ini dikenal akan keindahan panorama batu-batu karang, berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan laut sekitarnya.

Pulau Randayan mempunyai pantai dan warna air yang sangat jernih, cocok untuk olahraga menyelam. Tersedia villa-villa kecil menghadap ke laut.

Dari kejauhan tampak hamparan pasir putih membentang. Pohon-pohon kelapa tertiup angin kencang. Pulau ini mempunyai kelebihan akan alamnya yang memesona.

untuk penginapan, di Randayan tersedia cottage dengan harga bervariasi. Ada yang seharga Rp150 ribu permalam. Cukup untuk satu keluarga.

Di dasar laut Pulau Randayan, terdapat banyak misteri kehidupan. Dari perilaku hidup terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah makhluk hidup lainnya.

Mereka tumbuh dan berkembang biak secara alami dalam sebuah mata rantai kehidupan yang panjang. kondisi geografis pulau ini sangat layak dikunjungi. Letaknya sangat strategis. Aman serbuan ombak besar Laut Natuna.

Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektare, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektare. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun pehobi selam mengunjunginya.

Keindahan alam Randayan dimanfaatkan oleh salah seorang pelukis yang ikut serta dalam rombongan ini, Zul Ms. Ia mengabadikan keindahan tersebut dalam sebuah kanvas.

Surga Diving di Lemukutan

Pulau Lemukutan menjadi tujuan berikutnya. Pulau ini terbesar di Kabupaten Bengkayang dengan luas sekitar 7567 Ha, lebih luas dari Pulau Penata Besar dengan 4.675 Ha.

Pulau Lemukutan ini diapit oleh pulau-pulau kecil, seperti Randayan dan Kabung. Kabupaten Bengkayang memiliki 12 pulau kecil dengan kekayaan alam berlimpah-ruah. Baru lima dari 12 pulau, dihuni penduduk. Termasuk Pulau Lemukutan. Selebihnya, masih seonggok pulau tanpa penghuni.

Gugusan karang yang berwarna-warni akan semakin jelas terlihat saat menaiki perahu menuju Pulau Lemukutan. Bagan-bagan nelayan menyambut kedatangan. Kedalaman air di pulau ini antara dua hingga tiga meter sangat memudahkan bagi para penyelam pemula.

Di dasar laut kita dapat menikmati beraneka ragam tumbuhan laut yang berwarna warni, ikan-ikan tropis yang indah-indah dan beraneka ragam.

Tak banyak yang mengetahui asal mula sebutan Lemukutan, namun dari sekian banyak cerita rakyat yang ada, jika kita lihat dari topografi pulau ini memang menyerupai badan seekor lembu.

Kondisi hutan yang masih perawan, terjaga secara alami oleh masyarakat setempat, membuat pulau ini masih sangat alami.

Sepanjang perjalanan sebelum sampai di pulau Lemukutan, terlebih dahulu melewati gugusan pulau-pulau lain yang pemandangan bawah lautnya tidak kalah indah.

Air yang jernih, menyebabkan dasar laut dengan tumbuhan karang berwarna-warni, dapat dilihat langsung dari atas perahu. Bisa juga melihat rumput laut yang dibudidayakan masyarakat setempat.

Bermalam di Pulau ini sungguh mengasyikkan. Tidak seperti di Randayan yang menyediakan cottage, di pulau ini pengunjung dapat menginap di rumah penduduk yang memang disediakan khusus bagi para pengunjung. Rombongan menginap di rumah Arifin, warga sekitar. Pengunjung ddapat merasakan manisnya cumi dan ikan segar yang baru ditangkap nelayan.

Penyelam dari Inhasa Diving Club sangat mencintai pulau ini untuk aktifas mereka. Salah satu bagian laut di pulau ini berbentuk curam seperti jurang. Di sinilah keindahan alam bawah laut dapat ditemukan.

Kabung Surga Snorkling

Bermalam di Randayan, rombongan bertandang ke Pulau Kabung keesokan harinya. Di pulau inilah surga bagi para pengunjung untuk menikmati keindahan karang-karang aneka warna dan godaan ikan-ikan tropis.

Cukup dengan berbekal peralatan snorkle dan mengapung di air, Anda akan bertemu dengan alam lain yang begitu indah. Jam demi jam akan lewat begitu cepat dan tak terasa.

Ikan badut (clownfish), atau lebih populer dengan sebutan nemo (tokoh utama dalam film ‘Finding Nemo’) akan menyapa Anda. Jika berbekal roti tawar dan menyebarkannya di dalam air, maka ikan-ikan tersebut akan segera mendekati.

Sama seperti di Lemukutan, di pulau ini para pengunjung juga dapat bermalam di rumah penduduk yang telah disediakan. Seperti di homestay milik Ukas. Dengan merogoh kocek Rp100/malam, Anda akan dijamu sehabis-habisnya. Makanan yang lezat, ditambah dengan camilan yang selau datang silih berganti.

Di pulau ini para pengunjung juga dapat menikmati panorma pantainya yang indah. Dari homestay Ukas, untuk sampai ke pantai tersebut, pengunjung dapat berjalan kaki menyisiri bukit yang ditumbuhi pohon cengkeh sekitar 15 menit.

Perjalanan menuju ke pantai tersebut merupakan suatu pengalaman tersendiri. Harumnya bunga cengkeh menjadi seperti aroma terapi jiwa, bagi yang lelah dengan penatnya kehidupan kota dan polusi udara yang menyiksa. Di pantai tersebut terdapat batu-batu yang besar dengan pasir yang putih.

Wisata lainnya yang bisa didapatkan di Pulau Kabung atau Lemukutan yakni ikut mancing di bagan-bagan nelayan. Bagi pecinta fotografi, ketiga pulau tersbeut juga merupakan surga tersendiri untuk merekam keindahan ciptaan Tuhan melalui lensa.

Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah. Indahnya misteri-Mu, tak ada satupun kata yang terucap. Seperti sudah Engkau atur dalam masing-masing titik waktu. Hingga pada suatu saat menghantar ku ke tempat ini,” kata Shando Safella, fotografer koran ini mengagumi keindahan ketiga pulau tersebut. (**)

Labels: